Event

Hari Anak Nasional di Rumah Sekolah Cendekia: Saat Anak Didengar, Buku Menjadi Jembatan, dan Aspirasi Menjadi Nyata

πŸ“… 24 Juli 2026  Β·  ✍️ Rumah Sekolah Cendekia

Setiap peringatan Hari Anak Nasional seharusnya tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk benar-benar mendengar suara anak. Inilah semangat yang dihidupkan oleh Rumah Sekolah Cendekia (RSC) melalui rangkaian kegiatan bertema “Tamasya Buku”, sebuah pengalaman belajar yang memadukan literasi, kebersamaan, apresiasi karya, dan partisipasi aktif anak dalam kehidupan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama dua pekan MPLS, anak-anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman baru, tetapi juga diajak menyampaikan pengalaman, ide, dan harapan mereka terhadap sekolah. Aspirasi tersebut kemudian dirangkum menjadi Deklarasi Anak Rumah Sekolah Cendekia, yang dibacakan pada puncak Hari Anak Nasional oleh wakil siswa.

Pagi itu, suasana sekolah berubah menjadi taman literasi terbuka. Setiap anak datang membawa snack ringan dari rumah untuk dinikmati bersama teman-temannya. Kebiasaan sederhana berbagi makanan ini mengajarkan kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur. Guru menyiapkan area duduk yang nyaman di setiap kelompok kelas, sementara tim dapur sekolah menyediakan minuman hangat seperti jus jeruk agar seluruh anak dapat menikmati kegiatan dengan nyaman.

Kegiatan dilanjutkan dengan colossal reading, yaitu seluruh siswa dari jenjang PAUD hingga SD membaca buku secara bersamaan. Tidak ada target menyelesaikan sejumlah halaman atau mengejar kemampuan membaca tertentu. Yang dibangun adalah budaya mencintai buku dan menikmati proses membaca bersama. Di saat yang sama, anak-anak juga mengunjungi festival karya, tempat berbagai hasil belajar dipamerkan dan dinilai oleh seluruh warga Cendekia. Melalui kegiatan ini, anak belajar memberikan apresiasi terhadap karya teman sekaligus berlatih menyampaikan pendapat dengan santun.

Di panggung utama, anak-anak menyimak berbagai cerita dan penampilan dalam Panggung Ekspresi. Mereka belajar bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menyampaikan gagasan, baik melalui bercerita, membaca puisi, musik, maupun berbagi pengalaman.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Anak Rumah Sekolah Cendekia oleh wakil siswa. Di RSC, wakil siswa bukan sekadar simbol organisasi sekolah, melainkan representasi peserta didik yang dipilih melalui proses demokratis untuk membawa dan menyuarakan aspirasi seluruh warga sekolah. Peran tersebut dirancang agar siswa belajar tentang partisipasi, representasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan melalui pengalaman nyata (Learning by Doing). Wakil siswa juga mengemban amanah untuk menyampaikan aspirasi warga sekolah dalam berbagai forum sehingga suara anak menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di lingkungan sekolah.

Bagi Rumah Sekolah Cendekia, Hari Anak Nasional bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah pernyataan bahwa setiap anak memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam membangun sekolahnya. Sebab sekolah terbaik bukan hanya tempat anak belajar, tetapi juga tempat di mana suara mereka dipercaya mampu membawa perubahan.

← Kembali ke Jurnal Cendekia