Inisiator Mandiri Bima Sakti

Cerita ini berawal di suatu Jum’at pagi yang terasa lebih sejuk dari hari sebelumnya, dimana awan abu seakan berarak bersama dan enggan untuk berpisah. Sang surya pun merasa sungkan untuk sekedar mengintip dari balik persembunyiannya. Saat itu pukul 07.10, seperti biasanya beberapa anak telah tiba dan mulai melakukan aktivitas beragam di area Playground sekolah. Sekedar gambaran, di area playground kami terdapat berbagai permainan yang siap di explore oleh anak setiap harinya. Di antara ada jembatan tali, 3 buah rumah kayu yang berdiri sejajar dan dihubungkan dengan jembatan tali yang seakan mengayun ayun saat dilalui, ada menara flying fox yang biasanya dijadikan tempat nongkrong seru di pagi maupun sore sambil menunggu jemputan dan tentu saja area rumput hijau untuk bermain bola. Kembali ke awal cerita, saat itu saya menyapa salah satu murid SD 6 yang sedang duduk santai pada ayunan kayu, ia tampak sedang asyik ngobrol dengan salah satu adik kelasnya.

“Nak, siapa saja temanmu yang sudah datang ?, ayo… mulai siapkan pasarnya”, kata saya

“Baru saya sama dede bu,  bagaimana ini bu seperti mau turun hujan, tetap pasarnya di playground ?”

“Tunggu dulu ya nak, bu guru lihat kondisinya dulu”, kata saya

Saya pun mengamati lokasi lain yang memungkinkan agar mereka bisa mulai mempersiapkan area pasarnya.  Oh iya.. Di sekolah kami Hari Pasar merupakan hari yang sangat dinantikan semua anak. Itulah saatnya Kakak SD bisa berkreasi dengan keluarganya untuk membuat berbagai craft, mainan maupun makanan dan minuman yang akan dijual di hari pasar. Murid SD 6 berperan sebagai Pengelola Pasar, dimana mereka akan merencanakan mulai dari denah area, menyiapkan meja dan kursi untuk penyewa lapak (tenant) dan bahkan juga menyediakan layanan Pesan Antar bagi guru ataupun  adik adik yang belum sempat mengunjungi pasar. Intinya mereka mengelola keseluruhan berjalannya pasar. 

Beberapa saat kemudian Daffa dan Dede datang menghampiri saya kembali dan berkata,

“Bu di palyhall mi pasarnya nah?”
“Tapi… kan play hallnya akan digunakan bu guru untuk kegiatan rutin Inspirasi Pagi  nak”, kata saya

“Bisaji bu, kami aturmi nah”, kata Daffa

“Kami sudah pikirkan bisa di Playhall Pasarnya cukup ji areanya. Sedang dikerjakan sama teman lainnya juga di playhall, tenangmiki bu” kata Dede

Wah… saya hanya bisa mengiyakan saat mendengarnya. Rasa  takjub masih mengambil alih sebagian otak saya tanpa bisa berkomentar banyak. Betapa dalam waktu sekejap mereka bisa menyesuaikan rencana yang telah kami susun saat briefing sehari sebelumnya di kelas. Bahkan denah area dan jobdesk masing masing anak telah disusun apik oleh mereka. Namun saat alam memperlihatkan sisi yang berbeda dari yang telah mereka rencanakan, maka merekalah yang mencari cara agar rencana bisa tetap jadi aksi nyata  tanpa perlu menyalahkan atau  menggerutu pada cuaca pagi itu.

Mereka menyiasati area sempit di sebelah selatan ruangan agar muat untuk semua meja dan kursi yang disiapkan untuk tenant-tenant yang telah mendaftarkan jualannya. Bahkan pembagian peran pun diubah karena beberapa teman mereka terjebak macet dikarenakan hujan lebat pagi itu, mereka saling berkoordinasi agar pasar bisa tetap berjalan dengan baik. Adik kelas pun seakan tak sabar untuk segera menggunakan pundi pundi uang yang dibawa dari rumah mereka, terlihat dari antusias mereka berkeliling area pasar sembari sesekali menunjuk bahkan berusaha memegang beberapa panganan lezat yang sedang disusun apik diatas meja penjual. Sesekali kakak SD 6 mengingatkan mereka, “lihat saja ya dek… belum disentuh ya”. Sepertinya mereka khawatir adiknya terlalu exited dan bermanuver melakukan sesuatu jika pandangan mata mereka teralihkan sekejap saja.

Alhamdulillah menjelang pasar dibuka, hampir seluruh murid SD 6 telah hadir dan bergegas menuju area tugasnya masing masing. Pasar pun berlangsung dengan lancar dan terkendali. Kegembiraan terpancar dari wajah anak anak saat berhasil membeli barang incarannya. Berawal dari inisiatif mencari jalan keluar dari suatu permasalahan atau kondisi di luar perencanaan, mereka pun mulai memperlihatkan hasil pembelajarannya menjadi seorang “INISIATOR MANDIRI” yang bisa membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi orang orang disekitar mereka. Proud of you guys…. SD 6 Bima Sakti tetap jadi bintang yang bersinar terang yah….

-Ibu Wahda- Guru SD 6 Kelas Bima Sakti

Share the Post:

Related Posts

Festival Sate

nSate salah satu kuliner Indonesia yang banyak digemarinoleh kalangan masyarakat. Rumah Sekolah Cendekia mengadakan festival kulinernSate yang dirangkai dengan makan

Read More